Header Ads

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Perkembangan Anak

Sejak tahun 2016 kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setidaknya selama setahun sebelum memasuki sekolah dasar. Seberapa pentingkah PAUD hingga harus diwajibkan dan seberapa berpengaruh terhadap perkembangan anak, berikut pembahasannya.

Pendidikan Anak Usia Dini

 
Apa itu PAUD?
Pendidikan anak usia dini atau PAUD Merupakan upaya pembinaan anak sejak usia dini sebagai rangsangan pendidikan guna memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani pada anak agar lebih siap menghadapi pendidikan lebih lanjut. PAUD bisa diselenggarakan pada jalur formal, nonformal dan informal.
 
Sistem Pembelajaran
Sistem pembelajaran bagi anak usia dini memiliki karakteristik, seperti proses belajar melalui permainan, belajar dengan cara membangun keingintahuan anak dan proses pembelajaran lain yang dilakukan di PAUD dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan, bermakna, menarik dan fungsional.
 
Manfaat PAUD bagi Perkembangan Anak
Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun, disebut juga masa kecemasan. Selama Periode tersebut anak akan lebih peka menerima dampak dan pelajaran dari lingkungan yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. PAUD bertujuan untuk mengoptimalkan berbagai aspek perkembangan anak, antara lain sebagai berikut.
 
Aspek Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik anak usia dini antara lain adalah pertambahan berat badan, tinggi badan, perkembangan otak, serta keterampilan motorik kasar dan halus. Tujuan utama pengembangan fisik pada anak adalah mengasah keterampilan motorik kasar dan halus pada anak sehingga ia dapat menyelaraskan gerak tubuh dengan minat dan kebutuhannya.
Perkembangan motorik kasar yang baik ditandai dengan aktifnya anak bergerak, melompat dan berlarian. Motorik halus merupakan kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan otot kecil dan koordinasi mata-tangan, misalnya memegang krayon, menyusun puzzle, menyusun balok, menggambar dan kegiatan sejenis lainnya.
 
Aspek Perkembangan Kognitif
Teori perkembangan kognitif yang digunakan saat ini adalah teori dari Jena Piaget, Profesor psikologi dari Universitas Geneva, Swiss. Menurut Pieget anak memiliki pola berpikir yang sangat berbeda dengan orang dewasa. Ia membagi perkembangan kognitif anak usia dini  menjadi 4 tahap berdasarkan usia. 
 
Tahap pertama sensorimotor (0-2 tahun) pada tahap ini kemampuan hanya terbatas gerak refleks dan panca indra. Perilaku kognitif hanya berdasarkan keinginan sendiri yang disebut egosentris. Selanjutnya Tahap Praoperasional (2-7 tahun), pada tahap ini anak masih sedikit egosentris tetapi sudah bisa menerima rangsangan. Kemampuan berbahasa dan kosakata berkembang di tahap ini.
 
Tahap selanjutnya Oprasional konkret (7-11 tahun), pada tahap ini kemampuan mengingat dan berpikir logis sudah jauh meningkat. Anak sudah bisa berpikir secara logis dan sistematis. Kemampuan belajar konsep juga sudah meningkat sehingga bisa belajar matematika dan membaca.
 
Terakhir adalah tahap operasional formal (mulai umur 11 tahun), pada tahap in anak sudah bisa berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Kemampuan inilah yang akan membantu anak melewati masa peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa dan dunia nyata.
 
Aspek Perkembangan Bahasa
Periode balita merupakan masa yang paling mendominasi peningkatan kemampuan berbahasa. PAUD menjadi penting bagi anak untuk berinteraksi dengan orang lain guna mangasah kemampuan berbahasa. Keberhasilan kemampuan kognitif, sensomotori, psikologis, emosi dan lingkungan bisa ditentukan berdasarkan kemampuan berbahasanya.
Aspek Perkembangan Sosio-Emosi
 
Aspek Perkembangan ini sebenarnya sudah dimulai sejak bayi, seperti tersenyum dan menghentakan kaki dan menangis untuk mengekspresikan rasa tidak senang. Setelah anak lebih besar penyampaian emosi cenderung berubah ke arah gerakan otot seperti melempar dan membanting barang, kemudian mulai dengan reaksi verbal atau pengucapan.
 
PAUD dapat membantu perkembangan sosio-emosi anak dengan memberi pengarahan tentang cara penyampaian emosi dan perasaan secara baik. Sehingga anak bisa lebih memahami bagaimana cara menyampaikan ekspresi atau emosi ketika merasakan sesuatu berdasarkan pengalamannya tersebut.
 
Guna mendukung aspek perkembangan anak dan menciptakan generasi maju di masa depan, pendidikan anak usia dini memang sangat penting dan wajar rasanya program ini diwajibkan pemerintah. informasi tentang tumbuh kembang anak dan kehamilan bisa Anda baca di laman generasimaju.co.id, di sana Anda juga bisa berkonsultasi dengan para pakar secara langsung.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.